Fenomena di atas rasanya tidak berlaku di Batam. Dari 10 tahun yang lalu saat saya pertama kali melangkahkan kaki di pulau “kalajengking” ini, pasar barang seken (atau “Flea Market”) sudah sangat marak. Dulu siapa yang tidak kenal dengan nama “Bengkong Seken”. Bagi teman yang telah lama tinggal di Batam, pasti kenal belaka dengan nama pasar seken yang terletak di daerah Bengkong, daerah bagian utara kota Batam.
Dulu di pasar Bengkong seken ini, barang yang dijual adalah kebanyakan furniture seperti lemari, kasur ataupun tempat tidur. Tentu saja ada juga yang menjual barang-barang lain seperti mainan anak, barang elektronik, dan lain-lainnya. Bengkong seken dulu sempat menjadi rujukan banyak orang di Batam untuk mendapatkan barang-barang murah tetapi cukup berkualitas. Sayang, beberapa tahun yang lalu, pasar ini kemudian ditutup karena dianggap tidak sesuai dengan tata letak kota yang hendak ditegakkan oleh pemerintah.
Tetapi memang dikarenakan kebutuhan masyarakat Batam akan akan barang bekas tetapi berkualitas, menyebabkan kebutuhan akan barang-barang seken inipun tetap tinggi. Dalam 2 tahun belakangan ini, disertai dengan makin maraknya penduduk di daerah Batu Aji, munculah Pasar Seken di depan Plaza Aviari, di daerah timur pulau Batam.
Pasar ini terletak persis di seberang Plaza Aviari Batu Aji. Pasar ini bisa dicapai dengan menggunakan Metrotrans jurusan RS dari Mukakuning. Bila kita dari Batam center (tempat tinggal saya sekarang), maka paling tidak diperlukan 2 kali naik turun angkot. Lumayan jauh juga buat saya sebetulnya
.
Seperti banyak pasar di Indonesia, pasar ini pun masih tergolong tradisional karena banyak di antara pedagang-pedagang-nya hanya mengandalkan lapak untuk menjajakan barang-barang mereka. Dari luar, pasar ini tidaklah berbeda dengan pasar lain di Indonesia. Pemandangan yang sumpek, semrawut, kotor dan tidak teratur. Tetapi jangan sampai tampak luar dari pasar ini menipu anda semua. Sesungguhnya di pasar seken inilah kita bisa menemukan “intan di dalam lumpur” bila kita jeli melihatnya ![]()
Konon kabarnya, di pasar seken ini bisa ditemukan mainan anak, tas dan juga barang pecah belah bermerek dan berkualitas tinggi dengan harga sangat murah bila dibandingkan dengan yang dijual di toko-toko/dealer resmi. Lego dengan ratusan itemnya? ah itu hanya dibawah 100rb. Tas Channel asli ? Juga hanya puluhan ribu saja
Dan itu masih belum semua. Masih banyak lagi !!
Sudah banyak cerita yang saya dengar dari teman yang sudah berkali-kali datang ke pasar ini dan menemukan barang bermerek (yang di mall biasa dibandrol dengan harga ratusan ribu) bisa dibeli dengan hanya puluhan ribu saja. Tak heran kalau banyak dari mereka yang kemudian menjadi pengunjung tetap pasar seken ini. Entah untuk keperluan pribadi ataupun untuk dijual kembali. Ada cerita juga dari teman bahwa ada rekannya di Jakarta yang mempunyai toko mainan, khusus datang ke Batam dan memborong mainan-mainan yang ditemukannya di pasar ini untuk dijual kembali dengan harga tinggi di Jakarta.
Kini, pasar seken ini telah kondang di seantero Batam. Pada akhir pekan, banyak penduduk Batam yang menyempatkan datang untuk berburu barang bekas murah dan berkualitas di pasar seken ini. Mereka datang dari semua penjuru Batam memenuhi pasar yang sebetulnya tidak luas ini. Menurut pendapat saya, ini sungguh potensi wisata yang bagus. Bukankah ini bisa menjadi potensi wisata Kota Batam yang membedakannya dengan daerah-daerah wisata lain di Indonesia?
Selama ini menurut pendapat saya pribadi, potensi wisata Batam tidaklah terlalu dikenal di Indonesia ataupun diluar negeri. Tak heran, karena selama ini Batam lebih dikenal sebagai daerah tujuan bekerja, ataupun untuk transit ke luar negeri menuju negeri jiran (Singapore ataupun Malaysia). Dalam pandangan saya yang sempit ini, tidak ada potensi wisata di Batam yang bisa dijual. Gunung ? Tidak ada gunung di Batam. Pantai? Ah, menurut saya pribadi, pantai di Batam itu biasa-biasa saja, tidaklah bisa dijual.
Selain itu, saya teringat beberapa tahun yang lalu, pada saat saya diberikan kesempatan untuk jalan-jalan ke luar negeri, saya menemukan bahwa di sana pun ada juga pasar barang seken lho! Dan rupanya barang-barang yang dijualpun tidaklah terlalu berbeda dengan yang dijual disini kok. Ternyata orang bule-pun suka ya barang seken
. Bedanya adalah, pasar seken di sana diatur dan dikoordinasikan dengan sangat baik oleh pengelolanya. Pasar seken disana itu bersih, rapi dan sangat, sangat teratur. Sedikit sekali bedanya dengan berbelanja di Mall saja. Pasar seken itu pun dijual kepada turis-turis dan menjadi ikon wisata kota tersebut.
Melihat ini, saya berpikir alangkah baiknya bila pemerintah daerah Batam bisa mengkoordinir Pasar Seken Aviari ini menjadi tema wisata baru kota Batam. Mengapa tidak? Dari sisi marketing, bukankah ini bisa menjadi “Branding” yang berbeda dari kota wisata lainnya di Indonesia? Bali terkenal dengan Pantai Kuta-nya dengan tema wisata budaya, Jogya dengan keraton dan juga Borobudur-nya dan juga menjual wisata budaya. Nah Batam apa dong? Apa tema/ikon wisata kota Batam? Menurut saya, Jembatan Barelang hanyalah ikon wisata, tetapi kemudian apa tema wisata kota Batam? Gap inilah yang saya lihat bisa diisi dengan potensi wisata belanja barang seken berkualitas di Pasar seken Aviari.
Dengan supply barang bekas yang kontinu dan juga pengelolaan serta kemasan marketing yang baik, saya berani bermimpi bahwa suatu hari nanti, Pasar Seken Aviari ini akan terkenal seluruh Indonesia dan bahkan dunia sebagai tempat dimana kita bisa mendapatkan barang-barang seken berkualitas dengan harga murah.



Mantapss..mantapsss…ikutan lomba juga Bos
thanks bro ! ah masih kalah jauh ama tulisan kamu kok
iya dong bro! mari kita ramaikan ajang yang sangat bagus untuk promosi Batam ini !
Tulisannya bagus pak dan kebetulan sy berencana keBatam utk liat2 barang bekas disana,makanya sy buka2 tentang Batam. Kl boleh sy minta nomor Telp. bpk barangkali sy jadi keBatam sy bs kontak2 ke bpk utk tanya2. Terimakasih.
terima kasih atas kunjungannya. Bisa saja saya berikan contact no saya. Saya akan mengirim email kepada Bapak memberitahukan no saya tsb dalam beberapa hari ini
Pak Sigit..Pak Sigit..kok Bapak udah duluan sih bikin tulisan ini…pdhl saya yg tinggal di daerah aviari ini baru rencana-rencana doang mo bikin tulisan..idenya sama Pak…

ASyiik tuh emang..hunting nyari2 barang ataupun sekedar cuci mata ke sana…kalo ada yg antik baru deh dibeli..